Tugas Sejarah


SEJARAH PERKEMBANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL 
DI INDONESIA DAN DUNIA

KELOMPOK 2
-Andrean Leo Prambudi  -Silsila Khania
-Aidil Kamil                    -Revaldi Kurniawan
 
A.PERKEMBANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI INDONESIA 

     Perkembangan Desain Komunikasi Visual di Indonesia sudah berkembang sejak zaman kolonial. Mesin cetak pertama kali didatangkan dari Belanda ke pulau Jawa pada tahun 1659. Namun karena ketiadaan operator, mesin tersebut menganggur puluhan tahun. Tujuan didatangkan mesin cetak ini erat dikaitkan dengan niat misionaris untuk mencetak kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen di Indonesia. Selain kitab suci dan buku-buku pendidikan Kristen, mereka juga akan menerbitkan surat kabar berhaluan pendidikan Kristen

      Mesin Cetak ―Faber & Schleider‖ Era                                 Kolonial.  

    Pada Desember 1974 terjadi peristiwa yang dikenal dengan sebutan Desember Hitam. Pada waktu itu terjadi pergolakan seniman muda yang memprotes terhadap pemberian penghargaan pemerintah kepada lima pelukis, yang karyanya dikritisi bercorak seragam, yaitu dekoratif dan lebih ditujukkan pada kepentingan konsumtif. Persitiwa Desember Hitam ini kelak menjadi cikal bakal terbentuknya Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB) pada tahun 1975. GSRB menolak batasan antara seni murni dan seni terap, semua kesenian termasuk desain dianggap sederajat. GSRB ini yang kelak akan memberikan pemahaman baru tentang seni di Indonesia. 
   
   Gert Dumbar, seorang desainer grafis Belanda pada tahun 1977 mengenalkan istilah semiotika dan  komunikasi visual di FSRD ITB. Menurutnya desain grafis tidak hanya menangani percetakan saja tetapi juga gambar bergerak, display, dan pameran. Dan sejak saat itu istilah desain komunikasi visual mulai dipakai menggantian desain grafis. Lalu pada akhir era 1970-an mulai banyak bermunculan perusahaan-perusahaan desain grafis yang dipimpin desainer grafis

   Pada era 1980-an semakin banyak studio-studio desain grafis di Indonesia. Menjamurnya studio grafis di masa ini membuat studio grafis dimanapun dituntut untuk bisa mengerjakan pekerjaan apapun. Pop Art merupakan gaya yang paling umum digunakan pada saat itu. Majalah Tempo dan Zaman termasuk penerbit yang menggunakan gaya Pop Art pada sampulnya.

   Pada tanggal 16-24 Juni 1980 pameran desain grafis pertama “Erasmus Huis”di Pusat Kebudayaan Belanda yang dilakukan oleh tiga desainer grafis Indonesia. Pameran itu mengusung tujuan untuk mengenalkan profesi desainer grafis ke masyarakat umum. Dalam perkembangannya, pada tanggal 24 Semptember 1980 diresmikan organisasi desainer grafis pertama di Indonesia dengan diberi nama Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI). IPGI sendiri diresmikan bersamaan dengan sebuah pameran besar bertajuk ―Grafis ‗80‖ di Wisma Seni Mitra Budaya, Jakarta. Dengan ini dimulailah era pameran desain grafis di Indonesia. 

   Menjelang akhir 1990-an, muncul era baru dalam dunia Desain Komunikasi Visual di Indonesia. Mulai bermunculan penyampaian ide seniman pada karya yang menggunakan media yang tak lazim pada masanya. Lahirnya performance art, instalasi, dan media lainnya yang unik dan mengundang 
kontroversi. 

   Yogyakarta berperan penting dalam perkembangan Desain Komunikasi Visual pada masa ini. Bienalle IX di Yogykarta yang sebagian besar karyanya berupa instalasi. Perkembangan kecanggihan teknologi juga turut berperan penting dalam perkembagangan era ini. Forum dialog Yogyakarta-Bandung sempat mewarnai perkembangan Desain Komunikasi Visual di Indonesia. Seniman Bandung yang cenderung lebih mudah mendapatkan teknologi secara lengkap menampakkan kecenderungan karyanya perayaan modernism pada karyanya. Berbeda dengan Yogyakarta yang terbatas pada teknologi media yang digunakan dan cenderung menampakkan karya seni terait kehidupan sosial kemasyarakatan. Perbedaan visi pada kedua kota ini lalu mengkerucut dan kemudian membuat patokan tentang dunia Desain Komunikasi Visual yang berbeda di Indonesia. 

B.PERKEMBANGAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI DUNIA

  Pada zaman pra-sejarah manusia telah mengenal dan telah mempraktekkan komunikasi secara visual. Lukisan-lukisan yang ditemukan dalam gua sejarah merupakan permulaan manusia menerapkan komunikasi visual kepada manusia lainnya. Kemudian berkembang lebih maju lagi dengan bentuk komunikasi visual lain seperti hieroglyphics, tulisan, prasasti, dan buku. 

  Pada tahun 1447, Johannes Guttenberg menciptakan teknologi mesin cetak. Pada awalnya teknik cetak ini membuat tulisan dan gambar pada satu halaman atau papan kayu saja. Namun dalam perkembangannya mesin ini digunakan pada satuan huruf saja, lalu disusun menjadi suatu kalimat. Penemuan ini menjadi perkembangan yang mutakhir pada saat itu dan menjadi titik balik kebangkitan Eropa.

  Pada tahun 1797, Aloys Senefelder menciptakann teknik cetak baru yaitu Lithografi. Teknik cetak ini memanfaatkan prinsip saling tolak air dan media batu litho. Teknik ini memungkinkan untuk meggambar lebih luas dalam bentuk blok-blok yang besar dan dimungkinkan dilakukannya pemisahan warna dalam menggambar poster. Penemuan ini memulai masa kejayaan dari poster. 

   Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perkembangan desain komunikasi
 visual :
1.Victorian 

              Contoh Karya Era Victorian

  Dalam perkembangan revolusi industri membuat kebutuhan manusia semakin berkembang. Lalu bermuculan kebutuhan baru untuk mempromosikan dan menginformasikan sesuatu secara umum. Dengan semakin berkembangnya mesin cetak pada saat itu, muncul kebutuhan baru dalam bidang periklanan. Diantaranya kebutuhan mengedukasi pasar dagang dengan iklan, salah satunya dengan kemasan suatu produk. 

  Nama Victorian diambil dari ratu Inggris, ratu Victoria sebagai suatu penghormatan kepada beliau. Victorian cenderung kaya akan ornament dan dekoratif. Desainer yang paling berpengaruh pada masa itu ialah Rouchon, Salman Baidowi, dan Sir John Millais. 

Ciri-ciri :
a. Ilustrasi mendekati dengan kenyataan. 
b. Penggambaran karakter perempuan yang berbadan subur. 
c. Dikelilingi dengan ornament-ornamen. 
d. Cenderung simetris. 
e. Penggunaan warna-warna yang natural

                   Lukisan Era Victorian 
                      www.kaskus.co.id

2. Arts and Crafts Movement 
  
  Arts and Crafts Movement muncul sebagai suatu bentuk penolakan terhadap Victorian yang miskin nilai-nilai estetis karena sifat-sifatnya yang natural dan apa adanya. 

  Art and Craft Movement hendak menghidupkan kembali ketrampilan tangan dalam seni kerajinan. Terinspirasi dari zaman Gothic, mengusung gaya ilustrasi yang kaya akan seni dekoratif yang memiliki 
nilai buah tangan yang tinggi. Desainer yang berpengaruh ialah William Morris, Henry Van de Velde, dan Aubrey Breadsley.

Ciri-ciri :
a. Sudah memiliki prinsip proporsi dan fungsi-fungsi bentukan. 
b. Memiliki nilai estetis dan karya tangan yang sangat tinggi. 
c. Garis batas berupa seni ornamen yang umumnya berupa sulur-
sulur atau tumbuhan yang padat dan rumit. 
d. Dipengeruhi oleh gaya ilustrasi Gothic.
e. Bila dibandingkan dengan gaya ilustrasi sebelumnya yaitu 
Victorian, Arts and Crafts jauh terlihat lebih bagus dan 
inovatif.

                Lukisan Era Art and Craft
                     e-journal.uajy.ac.id

3. Art Nouveau
  Beberapa Contoh Karya Era Art Nouveau


  Mirip halnya dengan Arts and Crafts, Art Nouveau lahir sebagai suatu bentuk ketidakpuasan terhadap Victorian. Dianggap sebagai gaya ilustrasi pertama di dalam dunia desain secara internasional. Berkembang pesat pada tahun 1829 sampai 1914. Desainer yang berpengaruh pada saat itu ialah Alphonse Muca, Lautree, Eugene Grasset, Raymond Saviganic, dan Jules Cheret. 

Ciri-ciri :
a. Dekoratif, namun lebih sederhana bila dibandin dengan Arts 
and Craft. 
b. Pewarnaan yang bersifat datar. 
c. Sudah memiliki prinsip penataan secara geometris.
d. Umumnya asimetris, gambar dan tulisan saling mengimbangi.
e. Memiliki sifat simpati. 


                Lukisan Era Art Nouveau


4. Art Deco

  Art Deco muncul pada sekitar tahun 1925, pada saat kegiatan“Exposition International Des Arts Decoratifts et Industrial Modernes” di Paris, Prancis 1925. Sebuah karya yang mempresentasikan kemewahan, ekstravaganza, glamour, kejayaan akan permesinan, konsumerisme dan kecepatan pada masa itu. Bermunculan bentukan-bentukan yang lebih modern, dimana terdapat bentuk-bentuk geometris dan kurva-kurva, streamline,motion line dan lampu-lampu mesin. Desainer yang berpengaruh pada masa itu ialah Cassandre, Paul Collin, Charles Loupot.

Ciri-ciri :
a. Memunculkan kesan mewah, kejayaan akan mesin dan 
kecepatan. 
b. Bentuk-bentuk geometris dan kurva-kurva. 
c. Mengutaman kesederhanaan peletakan elemen-elemen desain. 

                  Lukisan Era Art Deco 

5. De Stijl 
       Beberapa Contoh Karya Era De Stijl

  Kemunculannya pada tahun 1917 di Belanda. Gaya visual geometris-abstrak dari garis vertical dan horizontal dengan komposisi bidang berisi warna-warna primer yaitu merah, biru, kuning, putih, dan 
abu-abu. 
  Mengingat spirit ini dipelopori oleh pelukis, tidaklah mengherankan pada awal eksistensinya spirit seni baru De Stijl diwujudkan dalam bentuk lukisan sang tokoh, Theo van Doesburg dan Piet Mondrian. 

6. Kitsch

  Kitsch dalam bahasa Jerman bermakna ''bad taste''. Dalam dunia seni, Kitsch bisa digunakan menjelaskan bahwa suatu karya memiliki nilai sentimental yang berlebihan, vulgar, dan, memiliki maksud tertentu. Isitilah ini jarang disebutkan dalam dunia pendidikan Desain, namun mewakili gaya ilustrasi pada era 50-an. Seniman yang berpengaruh pada masa itu ialah Grant Wood, James Montgomery, dan Norman Rockwell. 

Ciri-ciri : 
a. Realisme dan sering dijumpai menggunakan teknik-teknik 
pencampuran dengan teknik lain seperti fotografi dan kolase. 
b. Telah mengenal prinsip judul dan sub-judul.
c. Penggunaan warna-warna yang lebih menarik dan bervariasi. 
d. Vulgar. 

                  Lukisan Era Art Kitsch 

7. Latemodern

  Gaya ilustrasi pada Latemodern terinspirasi dari European Avant Garde yang modernist yang didominasi oleh inovasi-inovasi dari Amerika. Pada masa inilah bidang periklanan mengalami zaman keemasannya. Fotografi, typesetting, dan printing yang jauh lebih modern dan telah banyak digunakan sehingga semakin menambah berbagai macam metode prinsip-prinsip dalam mendesain. Teknik gunting-tempel muncul sebagai inovasi pada masa ini. Desainer berpengaruh pada masa itu ialah Paul 
Rand, Saul Bass, dan Lester Beall. 

Ciri-ciri :
a. Komunikasi yang terkonsep.
b. Cerdas dan kreatif. 
c. Pencampuran berbagai teknik fotografi dan printing.

              Lukisan Era Latemodern

8. Swiss
       Beberapa Contoh Karya Era Swiss

  Swiss memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dunia desain. Desain corporate identity menjadi pengaruh besar yang diberikan Swiss terhadap dunia. Para desainer Swiss adalah para desainer yang sangat perfeksionis dalam bentuk tipografi sans serif serta desainnya yang minimalis dan lebih mengutamakan pesan yang disampaikan. Simetris dan Asimetris didaptakn dari pemanfaatan grid-grid untuk mengorganisir elemen-elemen grafis dalam sebuah karya. Desainer yang paling berpengaru pada saat itu ialah Grasset, Steinlen, dan Felix Valloton. 

Ciri-ciri : 
a. Dingin dan impresional. 
b. Asimetris dan simetris. 
c. Penggunaan grid pada proses desain. 
d. Mayoritas menggunakan jenis gaya huruf Sans Serif.

9. Psychedelia

  Psychedelia muncul beriringan dengan budaya hippies yang berkembang pada tahun 60-an di daerah Haight Ashbury, San Fransisco. Nama psychedelic berkaitan erat dengan psychedelic drugs yang popular di kalangan kaum muda pada saat itu, terutama seringkali ditemui penggunaannya pada konser-konser music rock. Poster artis berusaha untuk menangkap kesan visual penglihatan para pengguna drugs pada saat sedang 'fly'. Gaya-gaya tipografi pada Psychedelic terpengaruh oleh Art Nouveau, tetapi terdapat pemadatan, bentuknya curvilinear dan berupa handwriting. Pada pewarnaan terpengaruh gaya Pop Art denganwarna-warnanya yang mencolok dan ramai. Seniman yang berpengaruh pada saat itu ialah Victor Moscosco, Wes Wilson, dan Rick Griffin.

Ciri-ciri: 
a.Penggunaan warna-warna yang mencolok dan ramai.
b. Tipografi handwriting dan curvilinear shape.
c.Keterbacaan tipografi rendah.
d. Jenis huruf yang unik dan khas.

                Lukisan Era Psychedelia 

10. Kontemporer

  Kontemporer tidak termasuk dalam perkembangan Desain Grafis, karena ini adalah kumpulan dari berbagai macam aliran-aliran desain yang sedang berkembang pada sekitar tahun 1965 hingga sekarang. Desainer berpengaruh pada saat itu ialah Niklaus Toxier, Gregory Cutshaw, dan Damia Mattews.

Ciri-ciri : 
Tipografi yang semakin kreatif dan inovatif, tipografi tidaklah lagi hanya sekedar tulisan tetapi sudah menjadi bagian dari gambar

                 Karya Era Contemporary